HEADLINE NEWS

Pilihan Dakri News

LightBlog
Adbox

Popular

Pelaku Pencurian Diringkus Polsek Percut Seituan

By On Oktober 22, 2021

 


Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan, tangkap residivis kambuhan bernama Black uban di jalan cafe ayu, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (21/10/2021) Pukul 16:00 Wib.

Atas keberhasilan petugas menangkap residivis ini, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol M Agustiawan ST SIK, menggelar konfrensi dihalaman Polsek Percut Sei Tuan, Jum’at (22/10/2021) sore.

Dihadapan sejumlah wartawan, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol M Agustiawan ST SIK, yang didampingi oleh Iptu Donny Simatupang mengatakan” Pelaku kita tangkap atas informasi masyarakat. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas memburu pelaku yang sedang berada di Jalan cafe ayu dan berhasil diamankan oleh petugas.

” Saat diintrogasi oleh petugas, pelaku mengaku melakukan pencurian di kios Jalan PWI, Gang Gitar 2, bersama rekanya berinisial TA dan BU” ujar Kapolsek.

“Kemudian tim melakukan pengembangan untuk mengetahui kepada siapa barang curian tersebut dijual. pada saat melakukan pengembangan, tersangka melawan dan mencoba melarikan diri. Lalu petugas mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kaki tersangka dan memboyong tersangka ke RS Bhayangkara, ” sebut Kompol M Agustiawan

Diketahui, tersangka juga terlibat dalam pencurian di 7(tujuh) TKP yang berbeda dengan nomor laporan yang berbeda – beda.

Dalam pres realease tertulisnya juga, tersangka M. Juli Afandi als Black Uban merupakan resedivis 4 kali masuk penjara pada tahun 2015, tahun 2017, tahun 2018 dan tahun 2019.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti diamankan ke Polsek Percut Sei Tuan.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 42 kotak Keramik merk Gemilang, 1 Unit Becak barang tanpa plat, 1buah sangkur, 1 buah kunci L, 1 buah celana panjang, 1 pasang sepatu dan 1 buah tas pinggang.(Nurul)

Sholat Jumat Bersama Para Tahanan Polsek Medan Baru

By On Oktober 22, 2021

 *Setelah Sholat Jumat | Tahanan Polsek Medan Baru Beragama Islam dan Nasrani Makan Siang Bersama*




MEDAN | Guna meningkatkan keimanan para tahanan dan menyadarkan dari perbuatannya, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansah Sitorus mengajak para tahanan yang beragama Islam untuk melaksanakan sholat Jumat berjamaah, Jumat (22/10/2021).


“Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumatnya, sehingga mereka yang sedang menjalankan masa hukumannya tidak lupa dengan ibadahnya dan apabila mereka sudah bebas dari masa hukumannya, tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum,” ujar Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH melalui Kanit Reskrim Iptu Irwansah Sitorus SH MH.


Seusai melaksanakan sholat Jumat berjamaah, para tahanan yang beragama Islam dan Nasrani diberikan makanan siang untuk makan bersama guna menjaga dan meningkatkan imunitas para tahanan.


"Pemberian makanan siang ini kita lakukan sebagai bentuk keperdulian terhadap tahanan, sehingga mereka dapat merasakan kebersamaan  seperti keluarga sendiri meskipun mereka sedang menjalani hukuman didalam penjara,"katanya.


Selain itu, Kanit Reskrim juga memberikan nasihat dan pesan-pesan agama kepada para tahanan untuk bertobat, mengingatkan untuk mencintai keluarga serta mengajak tidak mengulangi perbuatannya.


“Saya juga berharap kepada para  tahanan agar selalu menjaga kesehatan dan kebersihan ruang tahanan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19," pesannya.


Dalam kegiatan ini juga tak lepas dari penjagaan petugas unit Reskrim Polsek Medan Baru yang terlebih dahulu membagikan masker kepada tahanan untuk merepakan protokol kesehatan (Prokes) serta diberikan sajadah dan kain untuk melaksanakan sholat Jumat berjamaah.(Nurul)

Profil Kompol Firdaus Ungkap Pembunuhan Hakim Hingga Raih Gelar Doktor

By On Oktober 22, 2021

 Profil Kompol Firdaus: Ungkap Pembunuhan Hakim Hingga Raih Gelar Doktor



SEJAK kecil Kompol Muhammad Firdaus SIK MH 36, ditanamkan orangtunya, bahwa tanggung jawab dan pendidikan adalah pondasi dalam hidup. Orang tua Firdaus yakin, selagi niatnya menuntut ilmu, Allah SWT kan mempermudah jalannya.


Situasi ini sempat dialami Firdaus, tepatnya di tengah perkulihan S3-nya di tahun 2020, dia ditugaskan mengungkap kasus rumit, pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin pada 2020. 

Menghadapi situasi ini Firdaus tidak pernah ragu mengamalkan petua ayahnya. Kasus hakim berhasil diungkap dan hari ini, akhirnya dia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU).


Alhamdulillah…BEGITU, kalimat pertama yang terucap dari anak pertama dari pasangan ayah Almarhum Jalaltuddin dan ibu Ciptowaty itu. Setelah dia berhasil mempertahankan tugas akhir dalam bentuk disertasi, berjudul "Peran Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Dalam Mendukung Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat," pada ujian terbuka yang digelar, Kamis (21/10). 


Sidang terbuka promosi doktor secara virtual dibuka dan dipimpin oleh Wakil Rektor I USU, Dr Edy Ikhsan, SH, MA, dengan promotor Prof Tan Kamello SH, MS, co promotor terdiri atas, Prof Dr Saidin SH, MHum dan Prof Dr Sunarmi SH, MHum. Sedangkan penguji Dr Zulkarnain Sitompul SH, LLM dan Dr Mahmul Siregar SH, MHum.


Rona bahagia dan syukur tampak dari wajah pria kelahiran Sabang, 26 Juni 1985 ini. Karena ia merupakan stambuk tahun 2018 yang lulus pertama dengan Predikat pujian CUMLAUDE dan IPK 3,94. Dia sama sekali tidak menyangka bisa menyelesaikan pendidikannya. Masih dibayangkanya betapa sulitnya dia membagi waktu kuliah dan pekerjaanya sebagai penegak hukum.


"Perjuangan terasa berat melaksanakan kuliah dan menulis Disertasi karena jabatan sebagai Kasat Reskrim Polresta Deliserdang. Banyaknya kasus atensi publik yang saya tangani membuat penulisan Disertasi menjadi terhambat,”ujar Suami dari Laras Putri Dita dan ayah dari Farrasha Siti Kirana, Farranya Siti Sarah, Farhanna Siti Kamila dan Muhammad Omar Firdaus itu.


Namun, dia tetap yakin bahwa kelulusan ini tidak terlepas dari dukungan orangtua, istri, anaknya dan juga yang pasti atas kehedak Allah SWT.


“Dengan izin Allah SWT dan dukungan dari orang tua, istri, keluarga serta sahabat, pendidikan S3 saya selesai dalam waktu 3 tahun 1 bulan," ujar lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2006.


Firdaus yang mengenyam pendidikan dari sejak SD, SMP hingga SMA di Sabang dan masuk Akpol tahun 2003 yang kemudian melanjutkan S2 di USU tamat Tahun 2018, mengakui semangat menempuh pendidikan di masa muda, merupakan amanat dari almarhum ayahnya. Sang ayah berpesan kualitas hidup seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia menuntut ilmu, lalu mengamalkannya.  


"Pendidikan ini, sebagai upaya pemantapan karakter jati diri dan mencerdaskan setiap orang melalui pengajaran dan pelatihan," ujar sosok yang mengidolkan Kapolri Jendral Listyo Sigit ini. 

  

Setelah meraih gelar doktor tidak ada kata puas bagi hidupnya, selagi masih diberi nikmat kesehatan dia akan gigih menuntut ilmu, ke depan dia punya target untuk menempuh jalur pendikan lainnya.

  

“Target ke depan sekolah Sespimmen (Sekolah Pimpinan Menengah) Tahun 2022,"ungkap Firdaus yang telah menyelesaikan pendidikan kejuruan kepolisian yakni sekolah bahasa Mandarin dan Dikjur Idik Tipikor ini.


Selain amanat sang ayah, pesan dari ibunya juga jadi pengangan hidupnya.“Berbuat baiklah pada siapa saja jangan sakiti orang,” ujarnya.

  

Kata Firdaus wejangan itu, mempengaruhi etos kerjanya, untuk lebih maksimal. Tak ayal diusianya yang masih tergolong muda dia sempat mengemban jabatan strategis.


Dimana ia memulai jenjang karirnya dengan penempatan pertama di Polda Aceh pada Desember 2006. Selanjutnya, penempatan Polres pertama yakni di Polres Aceh besar Januari 2007 sebagai KBO Sat Reskrim Polres Aceh Besar, Kapolsek Lhoknga Polres Aceh Besar, Kasat Reskrim Polres Sabang, Panit Subdit Kamneg Ditreskrim Polda Aceh, Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara dan Kasat Reskrim Polres Langsa.


Setelah menyelesaikan Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) perjalanan karir Dr Firdaus berlanjut pada penugasan di Polda Sumatera Utara (Sumut) sebagai Pama Polda Sumut 2015, Kanit Ekonomi Satreskrim Polrestabes Medan 2015, Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu 2016, Kasat Reskrim Polres Langkat 2017, Paur Minsis Korsis SPN Poldasu 2018, Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras DitresKrimum Poldasu 2019-2020 dan sejak 2020 hingga kini sebagai Kasat Reskrim Polresta Deliserdang.


Nah, saat menjabat Kanit Buncil ini, ia mendapat pengalaman mengungkap kasus pembunuhan Hakim, Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin.

  

Saat pengungkapan polisi sempat kesulitan, sebab pelaku tidak mengakui perbuatannya. Berbagai upaya pun dilakukan Firdaus dan timnya.

  

"Kesannya waktu itu, pelaku mengaku sendiri dihadapan kami (saya dan AKBP Maringan Simanjuntak). Jadi begini dari awal kasus pembunuhan terjadi saya berdua dengan pak AKBP Maringan Simanjuntak Kasubdit III/Jatanras, saya Kanit Bunuh Culik dibawah beliau langsung, kami lakukan penyelidikan berdua sampai kerumah korban ke Nagan Raya Aceh, kami berdua terus kalau anggota kan ganti-ganti,"ujar Firdaus.


"Sampai terakhir kumpullah semua, ada pak Maringan, saya, Kasat Intel, Kapolsek Medan baru dan tim lainya. Disuruh ngaku pelaku gak mau. Kemudian tiba-tiba pelaku berucap 'Saya mau ngomong jujur tapi bertiga dengan (Maringan, Firdaus)', kata Firdaus menirukan ucapan pelaku saat itu. Selanjutnya, pelaku pun mengakui perbuatannya dan setelah itu kasus pembunuhan hakim tersebut berhasil diungkap.


Tapi bagi Firdaus jabatan-jabatan yang diembannya, hanyalah semua amanah. Esensinya yang terpenting bisa menjalankan tugas Polri yang Presisi (Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan).


Kata dia cita-cita bisa terwujud asal punya keyakinan dan kesungguhan menjalankannya dan dia yakin hanya dengan pendidikan dan pengamalannya hal itu bisa tercapai.


“Sebagai manusia saya hanya bisa berusaha dan memasrahkannya kepada yang kuasa. Saya hanya punya cita-cita itu terus berbuat baik,” tutupnya.(Nurul)

Sat Narkoba Polrestabes Medan Ungkap Penyelundupan Narkoba

By On Oktober 20, 2021

 Sat Narkoba Polrestabes Medan, kembali mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 23 kilogram dari Tanjung Balai yang dibungkus menggunakan kemasan teh Cina.


   Delapan orang pelaku yang satu diantaranya wanita turut diamankan dalam pengungkapan tersebut. 

   "Pelaku yang ditangkap itu ada kurir, pengedar dan pemasok sabu untuk diedarkan di Kota Medan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, dampingi Plt Kasat Narkoba Kompol Rikki Ramadhan dan Kasi Propam Kompol Zonni Aroma kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Rabu (20/10/2021).

   Para pelaku yang ditangkap itu, masing - masing berinisal S (22), GS (43), MJ, SNU (30), I (47) warga Medan FS (42) dan EA (34) warga Batubara dan 1 unit senjata api jenis revolver. 

   Kombes Riko menjelaskan, penangkapan yang dilakukan mulai tanggal 21 September 2021 sekira pukul 15.00 WIB di Jalan Bakul, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan dikembangkan ke Jalan Sidomulyo Mulyo.

   Dari situ ada satu tersangka berinsial S (22) yang ditangkap dan disita barang bukti sabu sebanyak 0,13 gram sabu. Dari hasil penangkapan itu  dikembangkan lagi ke tempat lainnya.

   Hasilnya, pihak Polrestabes Medan berhasil mengamankan pelaku berinisial GS (43) yang membawa 1 kilogram sabu dan uang tunai Rp 100 ribu. Dari penangkapan di Jalan Sei Mencirim itu pelaku lainnya berinisial MJ itu kabur dari TKP. Namun dapat ditangkap beberapa harinya. 

   "Pelaku MJ berhasil ditangkap yang terlibat menggendong sabu bersama pelaku GS di kawasan Jalan Sei Mencirim," papar Kombes Riko didampingi Kanit Idik I Iptu Ainul Yaqin, Kanitnya Idik II, Iptu J Panjaitan dan Kanit Idik III Iptu Irwanta Sembiring. 

   Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan lagi pada tanggal 30 September ada tiga kali penindakan.

   Pada pukul 16.00 WIB, petugas berhasil menangkap pelaku berinisial SNU (30) dari pelaku itu barang bukti sabu yang disita sebanyak 3,91 gram dan pemeriksaan lagi penindakan lagi di Jalan Sei Mencirim barang bukti diamankan 2,02 gram sabu. 

   Selanjutnya penindakan itu dikembangkan dan petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial I (47), dari pelaku itu barang bukti diamankan 9, 12 gram sabu dan  pucuk senjata api jenis revolver. 

   Kemudian pada  tanggal 11 Oktober sekitar pukul 02.00 WIB, petugas mengarah ke daerah Kabupaten Batubara untuk menangkap kurir sabu yang sudah diketahui ciri - cirinya. Hasilnya, petugas Polrestabes Medan berhasil mengamankan FS (43) dan  EA (34) warga Batu Bara.

   "Dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 1 karung goni beras beriskan 22 kilogram sabu-sabu dan satu unit Avanza. Jadi total yang disita si putih itu lebih kurang 23 kilogram sabu," jelas Kombes Riko Sunarko. 

   Kombes Riko juga mengaku, tidak segan menembak mati gembong narkoba di Kota Medan. "Gembong narkoba ditangkap melawan petugas diberikan tindakan tegas, terukur dan keras,"  tandasnya.  

  Dari hasil pengakuan FS di hadapan Kombes Riko dan wartawan, mengaku baru sekali bermain dengan si putih tersebut. "Saya hanya sebagai kurir dan mendapatkan upah dalam 1 kilogram sabu diantar ke Kota Medan senilai Rp5 juta," paparnya. 

   Dia pun menyesal dengan perbuatannya tersebut. "Barang haram yang diperoleh itu dari Kota Tanjung Balai,"  tandasnya. khairunnas.

   "Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," pungkas Kombes Pol Riko Sunarko.(Nurul)

Polda Sumut Tempo 24 Jam Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis

By On Oktober 19, 2021

 Polda Sumut Tempo 24 Jam Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Sadis



MEDAN - Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Sat Reskrim Polres Labuhanbatu dalam tempo 24 jam berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis di Labuhanbatu utara.


Dalam pengungkapan itu, Tim Jatanras mengamankan seorang tersangka berinisial  AN (30) karyawan swasta dikediamannya.


"Tersangka ditangkap karena melakukan Pemerkosaan dan pembunuhan terhadap ibu rumah tangga (IRT) berinisial S di Perumahan PT HSJ, Desa Sidomulyo, Kabupaten Labuhanbatu," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Senin (18/10).


Dijelaskannya, kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis (14/10) lalu. Pelaku awalnya masuk ke dalam rumah untuk mencuri barang berharga milik korban. 


"Saat berada di dalam rumah pelaku melihat korban dalam kondisi tidak memakai celana dalam langsung melakukan tindak perkosaan," jelasnya.


Seteah Puas melampiaskan nafsu bejatnya, Tatan mengungkapkan pelaku pun meminta sejumlah uang dan meminta perhiasan kepada korban karena permintaan itu tidak dituruti pelaku langsung membunuh korban dengan parang yang telah disiapkan.


"Usai membunuh pelaku pun membawa kabur uang dan perhiasan milik korban. Pelaku membunuh korban agar tidak diketahui warga lainnya karena bertetangga dengan korban," ungkapnya.


Tatan mengungkapkan, Tim Buser Labuhanbatu dibantu Jatanras Polda Sumut bergerak cepat menyelidiki laporan adanya penemuan

mayat di dalam rumah bersimbah darah


"Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan informasi yang dikumpulkan Tim berhasil mengidentifikasi Pelaku dan dalam tempo 24 Jam dapat menangkap pelaku di Desa Sidomulyo, saat ditangkap pelaku sempat melakukan perlawan dan hendak melarikan diri, sehingga kita berikan tindakan tegas untuk melumpuhkan." ungkapnya.


Sementara itu pelaku mengakui nekat melakukan pembunuhan karena butuh uang untuk membayar utang.


"Atas perbuatannya terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup," pungkasnya.(Nurul)

Pelaku Pencurian Mobil Diamankan Polsek Medan Baru

By On Oktober 15, 2021

 *Reskrim Polsek Medan Baru Amankan Sala Satu Pelaku Pencurian Mobil di Jalan Jamin Ginting*



MEDAN | Petugas Reskrim Polsek Medan Baru mengamankan salah satu pelaku pencurian mobil yang terjadi di Jalan Jamin Ginting Kel. Padang Bulan Medan Baru pada hari Selasa tanggal 05 Oktober 2021 sekira pukul 06.30 Wib.


Pelaku yang diamankan berinisial R.B.S alias Bayu (23) warga Jalan Pantai Pakam Lrg Lembur Dusun Serda Guna Desa Karang Rejo Kec Stabart Kab Langkat / Lingkungan 24 Ds Renggas Kec. Medan Marelan.


Plt Kapolsek Medan Baru AKP Ully Lubis SH melalui Kanit Reskrim Iptu Irwansah Sitorus SH MH menyebutkan peristiwa pencurian mobil terjadi pada hari Selasa tanggal 05 Oktober 2021 sekira pukul 06.30 Wib ketika korban bernama Martin Luther Sinuraya (63) warga Jalan Jamin Ginting Kel. P Bulan Medan Baru sedang berada di ladang di Kabanjahe.


"Saat itu pelapor dihubungi oleh istri dan anak yang mengatakan bahwa mobil yang diparkir di halaman depan rumah telah hilang, sehingga membuat pelapor langsung pulang ke Medan,"kata Iptu Irwansah Sitorus SH MH, Jumat (15/10/2021).


Setelah sesampainya di Medan, pelapor pun tidak menemukan  mobil miliknya dengan Jenis Daihatsu Taft  GT F 70, warna Antrachite grey, Tahun 1994, No. Pol. : DK 1709 QT dari halaman depan rumah.


"Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp. 70.000.000,-, dan kemudian pelapor membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru,"jelasnya.


Petugas yang menerima laporan korban, selanjutnya melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan pelaku berhasil diamankan pada tanggal 7 Oktober 2021 pukul 10.00 Wib, di Binjai.


"Hasil introgasi, pelaku mengakui mengambil mobil korban dari depan rumah korban bersama ketiga temannya yang berinisial B.W.P alias Lilik, W.A.P alias Agus,   dan H.S alias Putra dengan cara  pelaku dengan mengenderai 1 (satu) unit Mobil Daihatsu Aula untuk mencari sasaran Mobil yang akan dicuri,"sebutnya.


Kepada petugas, pelaku juga mengakui dirinya bersama ketiga rekannya memiliki peranan yang berbeda-beda.


"Untuk pelaku R dan pelaku B perannya turun dari mobil kemudian merusak kunci mobil milik korban menggunakan Kunci T  dan menghidupkan mobil tersebut. Sedangkan pelaku inisial W sebagai Supir membawa mobil tersebut dan   pelaku inisial H berperan  mengawasi keadaan sekitar tempat kejadian,"ungkap Iptu Irwansah.


Setelah berhasil melakukan aksinya, pelaku membawa mobil tersebut ke rumah pelaku H di Langkat dan pelaku R diberikan uang sebesar Rp. 250.000 serta menjanjikan akan memberikan uang Rp. 1.500.000 apabila mobil tersebut telah berhasil dijual.


"Para pelaku kemudian kembali pulang dengan mengenderai mobil  Daihatsu Ayla. Namun saat diperjalanan, para pelaku mengalami kecelakaan. Dimana pada saat itu pelaku B sebagai supir berhasil melarikan diri. Sedangkan pelaku R duduk yang disamping supir dan pelaku W duduk di belakang tak sadarkan diri saat berada di Klinik Sumatera Binjai,"beber Kanit Reskrim.


Dari Mobil Ayla yang digunakan pelaku, petugas mengamankan 1 Kunci Letter T dan 2 buah plat mobil  Kijang Krista BK 1350 RE (plat mobil yang dicuri pelaku, korban buat pengaduan di Polres Binjai).


"Terhadap pelaku dikenakan Pasal  363  KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 Tahun Penjara. Sedangkan para pelaku lainnya masih dalam pencarian petugas," pungkasnya.(Nurul)

Kapoldasu Akan Tuntaskan Kasus Keributan di RS HKBP Balige

By On Oktober 15, 2021

 Kapoldasu Akan Tuntaskan Kasus Keributan di RS HKBP Balige



MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menegaskan akan menuntaskan kasus keributan yang terjadi di RS HKBP Balige, Minggu (10/10) lalu.


"Dalam kasus keributan itu, dua orang sudah kita tangkap yakni, Taren Sing dan Jasprit Sing," katanya didampingi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Dir Reskrimum Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (13/10).


Panca mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat Taren Sing dan Jasprit Sing menjeguk keponakannya bernama Sanjay di RS HKBP Balige karena mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/7).


"Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa melakukan pembersihan terhadap luka dan sudah jahit," katanya.


Panca mengungkapkan, pihak rumah sakit kemudian meminta KTP dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut. Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.


"Tiba-tiba kedua melakukan pengerusakan di meja resepsionis RSUD). Kemudian terjadi aksi saling pukul saat satpam mencoba mengamankan kedua pelaku," ungkapnya terhadap kedua pelaku tengah dirawat di RS Columbia sedangkan Sanjay yang sebelumnya dirawat di RS HKBP Balige telah dibawa keluarga dan dirawat di RS Mitra Sejati.


Panca menerangkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bersama Polres Toba akan menuntaskan kasus keributan di RS HKBP Balige tersebut. "Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia," terangnya.


Sementara itu, Winda mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RS HKBP Balige tersebut. "Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penaganan kasusnya kepada pihak kepolisian," pungkasnya.(Nurul)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *