HEADLINE NEWS

Pilihan Dakri News

LightBlog
Adbox

Popular

Sarana dan Prasarana Menyambut PTM


Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah, menilai bahwa selaku Ibukota Provinsi Sumatera Utara Kota Medan seharusnya sudah mempersiapkan lebih awal segala sarana dan prasarana dalam rangka menyambut dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).


Bukan malah menunggu regulasi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi seperti yang pernah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Medan Adlan, belum lama ini.

 

“Sebagai kota besar, kita harus sudah siap lebih awal, jadi bukan sekedar menyiapkan tempat cuci tangan. Gitu loh. Adalah sedikit pelatihan yang diberikan ke guru-guru dalam menghadapi siswa yang sakit. Apa yang pertama, kedua dan seterusnya. Jangan nanti ada siswa yang sakit, malah gurunya bingung,” ungkapnya kepada Waspada Online menyikapi belum adanya formulasi yang dibuat Disdik dalam menyambut PTM, Kamis (16/9).


Lebih lanjut Afif menjelaskan, pihaknya beberapa kali pernah mengunjungi sekolah di bawah pengawasan Disdik Medan. Saat berkunjung tersebut, didapati fasilitas pendukung protokol kesehatan (prokes) seperti tempat cuci tangan. Namun ada yang mengganjal dalam benak mereka, yakni ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang kurang layak dan jauh dari kata representatif.


“Kalau sarana dan prasarana PTM sudah mumpunilah, tapi ruangan UKS yang tidak siap kami temukan saat berkunjung ke sekolah itu. Di UKS itu kan harusnya ada saturasi oksigen dan ada beberapa sekolah yang atap ruangan UKS-nya itu jebol. Pokoknya fasilitas UKS-nya masih jauh dari kata layaklah,” imbuhnya.


Saat pandemi Covid sekarang ini, lanjut Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD itu, menyiapkan fasilitas UKS sangatlah penting. Sehingga keberadaan ruang UKS tersebut bukan sekadar tempat guru atau siswa beristirahat.


“Kalau PTM sudah dimulai dan ada siswa yang kena Covid, bagaimana memberikan pertolongan pertamanya kalau ruangan UKS-nya aja gak layak. Sebenarnya sekolah-sekolah yang kami kunjungi itu sudah siap diberlakukan PTM, tapi ruangan UKS-nya yang belum siap jika terjadi hal-hal yang tak kita inginkan,” ketusnya.


Ketua DPD Partai Nasdem Kota Medan ini terus mendorong Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pendidikan memberlakukan PTM secepatnya. Mengingat gejolak masyarakat yang meminta anak-anak mereka kembali aktif sekolah sudah tak terbendung.


“Cost belajar online ini lebih besar, belum lagi anak-anak tidak disiplin sekarang dan psikologis orang tua dan anak terganggu. Makanya para orang tua dan anak-anak ingin PTM dibuka. Tapi jangan pulak PTM dibuka kemudian timbul masalah dan saling menyalahkan. Makanya Dinas Pendidikan Medan harus siap,” pungkasnya.(dt)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *